Kata-kata itu berasa ada terus di
kuping lia. Lia rasa Allah sedang memberikan ‘kode’ ke Lia melalui teh rifa. Saat ini memang Lia sedang proses hijrah untuk
menjadi wanita yang lebih baik. Alhamdulillah celana jeans yang dulu jadi
‘setelan’ sehari hari sekarang sudah bertransformasi menjadi rok panjang
lengkap dengan kaos kaki polos. Dulu Lia yang berucap “wah celananya lucu!” sekarang berubah menjadi “waaah gamisnya lucu”.. Allah memang menyukai proses ya, karna
butuh lebih dari 6 bulan untuk Lia menjadi Lia yang sekarang.
Saat ini memang sudah
meninggalkan jeans, tapi yang masih jadi fikiran Lia adalah jilbab lia yang
masih ‘centil’. Lia masih suka pakek
jilbab yang saat ini lagi booming. Jilbab lia lipet sini situ, tempel ini itu
dan sebagainya.
Sampai pada tanggal 6 Juli 2013,
Lia seharian ngerasa hati Lia gak tenang tanpa bisa dilepaskan dengan menangis.
Kemudian selepas isya Lia membaca Alqur’an. Yang membuat Lia nangis itu di
surat Al Hajj ayat 78
“Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang
sebenar-benarnya. Dia telah Memilih kamu, dan Dia tidak menjadikan kesukaran
untukmu dalam agama. (Ikutilah) agama nenek moyang-mu Ibrahim. Dia (Allah)
telah menamakan kamu orang-orang Muslim sejak dahulu, dan (begitu pula) dalam
(al-qur’an) ini, agar Rasul (Muhammad) itu menjadi saksi atas dirimu dan agar
kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka laksanakanlah shalat dan
tunaikanlah zakat,dan berpegangteguhlah kepada Allah. Dia-lah Pelindungmu; Dia
sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong”
Karena kebetulan hari itu Lia
nginep di kostan Shelfira Meisarani, Lia ngedadak pengen nyobain jilbab dia
yang panjang. Pas Lia bercermin, Lia nangis haru cukup lama.. Sepertinya Allah
menginginkan Lia untuk lebih baik lagi dan memantapkan niat. Semoga gak akan
ada lagi ucapan jilbab centil buat Lia. Semoga berganti menjadi jilbab syar’i..
Aamiin
