Selasa, 01 Maret 2016

Pemeriksaan Rutin #3: Suntik TT

BTW, belum pernah posting pemeriksaan rutin #1 atau #2 sih. Gapapa yah loncat aja huahahahaha
***********
Pada hari senin (tepatnya 2 hari yang lalu), saya pergi ke Puskesmas Desa untuk melakukan pemeriksaan rutin tiap bulan. Ternyata bulan ini berat badan saya naik lagi 2.5 kg. Dari yang tadinya 58kg menjadi 60.5kg (Pantesan makin hari makin engap kalo jalan duh haha).
Selain itu, detun juga diukur detak jantungnya. Detaknya 128/menit. Kalau kata suami sih itu tandanya detunnya babyboy (^^)v. Ini pasti si Babeh girang nih kalo beneran. Si epi juga ikut girang haaha

Tapi mau perempuan mau laki-laki, semoga detun tumbuh dan berkembang dengan nyaman serta sehat yah di rahim ibun. Semoga detun juga lahir dengan nyaman dan selamat serta lancar segala-galanya.

Oiya, detun juga udah ada ukurannya. Kemarin diukur, tapi saya gangerti tulisan bidan nya. Plus lupa nanya haha soalnya fokus ke imunisasi TT. Bumil lupaan wajar sih katanya. #pembelaan. Setelah selesai dari bidan desa, saya meluncur ke puskesmas kecamatan untuk di suntik TT 9 (Tetanus Toxoid).

Menurut hasil googling disini, imunisasi TT sangat bermanfaat untuk:

  1. Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN, 2005; Chin, 2000). Tetanus neonatorum adalah penyakit tetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistim saraf pusat (Saifuddin dkk, 2001).
  2. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2000). Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum (Depkes, 2004)
Ke puskesmas kecamatan seumur-umur baru 2 kali. Yang pertama sebelum nikah buat suntik juga. Lupa istilahnya suntik apa. Intinya sih buat jaga kondisi sama stamina plus menangkal radikal bebas penyakit kayanya sih. Pas suntik sebelum nikah itu gak sakit sama sekali seriusan. Padahal udah siap-siap pasang eskpresi sakit soalnya divideoin (centil emang). Jadi malu sendiri gegara wajah siap-siap meringis tau-tau saya gak ngeh kalau disuntiknya udah kelar. Yaelah.
Nah suntik tetanus iniloh Subhanallah dah. Pas disuntik sampe kaget dan si tangan pegel gitu selama 2 hari. Pas hari disuntiknya malah gadibolehin mandi sama si mamah. Bisi meriang. Meriang beneran, bukan Merindukan Kasih Sayang. Skip.
Besoknya baru mandi deh, pakek aer anget. Duh nikmatnya jadi bumil. Banyak yang merhatiin dan bantuin. Itu skripsi gak sekalian di bantuin? #mintaditabok
Sampe hari ini masih pegel-pegel setengah badan. But honestly, I really enjoy the process. Every single things that change. Dan lagi hamil gini jadi semakin merasakan bukti cinta dan perjuangan seorang ibu. Kita dicintai sebelum kita lahir, bahkan sebelum kita ada. Duuuh salute deh buat seluruh mama-mama di dunia.
Akan ada apa lagi dikehamilan saya nanti? Saya akan menyambutnya dengan bahagia.

Regards,

Lia Amalia
Bumil bersahaja, yang akan banyak berliannya.

Minggu, 21 Februari 2016

Proposal Skripsi: The Miracle of Pray

Ini postingan pertama di tahun 2016. Parah banget bolong 2 bulan >.<
Tapi kan...
Tapi...
Ah sudahlah.

Kali ini, Lia mau cerita mengenai perjalanan mengerjakan Proposal Skripsi a.k.a Proposal Usulan Penelitian. Postingan terakhir itu di bulan Desember, dimana banyak hal-hal yang Lia mulai telah Lia selesaikan (InsyaAllah dengan baik, aamiin). Salah satunya PPL yang cukup menguras pikiran, tenaga dan isi dompet. Akhirnya Lia lulus PPL dengan nilai yang cukup membahagiakan. Yeay Alhamdulillah. Nah, biar ga dibilang kurang piknik,  akhirnya Lia memutuskan untuk refreshing dari hiruk pikuk Bandung. Kemana lagi kalau bukan ke kampung sendiri. Hemat. Haha

Li, katanya mau cerita proposal. Gimana sih.

Iya bentar, intro dulu huehehe

Dan kurleb 3 mingguan Lia di Kuningan. Ngapain aja? Gak jauh-jauh dari bulak-balik Rumah Orang Tua. Sekaligus ngecek rumah mungil yang akan Lia tempati nantinya. Selain itu, Lia cek USG pertama kali, setelah sebelumnya cuma pakek test pack. Yes. I am pregnant. (Sekarang usia kehamilannya udah 17 minggu). Pokoknya, Lia ke Bandung lagi itu awal Januari.

Nah, baru deh perjalanan dimulai.
Temen-temen seangkatan banyak yang udah seminar. Lia sih masih kalem-kalem aja, masih ngerjain revisian dengan damai dan leha-leha. Hingga pada tanggal 8 Januari 2016, Mba Nisa bilang kalau dia udah ACC proposal dan mau daftar seminar.
JLEBB!!!
Pas dengernya, Lia seneng (seriusan!) tapi sekaligus malu. Its like "HALLO ASSALAMUALAYKUM LIA KEMANA AJA KAMUTEH. TEMEN KAMU MAH BULAN INI SEMINAR DA RAJIN DIAMAH. BABAY."
Ga sih, ga selebay itu.
Tapi iya ketang :(
Dan pendaftaran terakhir plus penyerahan syarat-syarat seminar itu tanggal 15 Januari 2016. Iya seminggu lagi. Jol weh Lia semakin rajin revisian meski tahan godaan buat ga ngelirik folder drama korea.Doa ge jadi semakin kenceng. Kuantitas sama, tapi

saat itu Lia yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa Lia. Lia akan dimudahkan jalannya oleh Allah. Lia tetap yakin meski acapkali ada ketidakseimbangan antara harapan dan ketakutan dalam diri.

Dan setelah melalui proses hingga berkantung mata serta atas keridhoan-Nya, Alhamdulillah, akhirnya tepat pada tanggal 15 Januari 2016 Lia dapet ACC buat ikutan seminar. Alhamdulillah.

Kemudian Lia mikir, barangkali bukan hanya dari doa Lia aja. Namun yang dikabulkan adalah doa suami, doa orang tua dan doa sahabat di sekitar Lia.

Bahkan keajaiban doa Lia rasakan pada saat seminar proposal berlangsung, meski tetap banyak revisian tapi Alhamdulillah tiga penelaah sangat kooperatif. Gak ada acara yang serem-serem kayak yang diceritain temen-temen yang lain. Terutama penelaah yang itu. Iya yang itu. Huehehe
Ah, ya Allah. Meni baik :'(

Minggu, 13 Desember 2015

Hi, I am comeback!

Its been a long daaaaaay, without you my blog~~ *apasih
Holla good people :)
Udah lama banget ga ngepost disini. *membersihkan debu di blog* Maapin kemarin2 hectic banget dengan dunia nyata, sampe lupa dunia maya *alasan *padahal IG nya aktif. Well yang penting sekarang balik lagi fufufufufu
Hmm.. Apa yang berubah sekarang dari Lia?

  1. Udah beres PPL (Program Pengalaman Lapangan) whic mean tinggal skripsih doang. (D-O-A-NG) *seketika galau* Cerita lengkapnya nanti  dipost deh.
  2. Udah ga jomblo lagiiiiiiiiii HAHAHAHAHAHAHAlhamdulillah ada juga yang ketipu dan mau sama lia *dikeplak* Now i am officially  Mrs. Suryadiningrat eaaaaa
  3. Masih jadi Pendamping UMKM Syariah yang di programin sama BI
  4. LDM Fighter. Bulak balik Bandung-Purwakarta tiap minggu
  5. Sekarang jadi centil (walaupun dari dulu juga centil). Sekarang lia pensil-alis-person-banget. Gapapalah ya da ibuibu :D
  6. Meniatkan diri untuk ikut aktif di Institut Ibu Profesional 

Mr. and Mrs. Suryadiningrat


Apalagi yah? Yaa semoga yang berubah adalaaah ilmunya yang semakin bertambah, semakin humble, semakin peka, semakin baik dan semakin siap jadi ibun[da]. Aamiin

Dan oh ya, i think i need to rombak (what the meaning of rombak, bun?) this blog. Sekarang mah udah ibuibu. Udah gaboleh centil hoho oke tar dipikirin deh mau digimanain ini blog.

Segitu dulu deh ya post kali ini. Cuma pemberitauan aja buat pembaca (kalo ada) :D
Thank u for read this.
Bunch of Love,


Ibun

Jumat, 15 Mei 2015

Memandu Kemandirian Balita

✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨
RESUME KULWAP MATERI:
Memandu Kemandirian Balita

Hari/tgl: Jum'at 15 Mei 2015
Nara sumber : Nisa Nurarifah (teh nca)
Host : Messa
🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹

Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya. (QS. Al-muddatsir:38.)

Aisyah berkata: Beliau (Nabi saw) yg menjahit kainnya, menjahit sepatunya & mengerjakan apa yang biasa dikerjakan oleh kaum laki2 dirumah mereka. (HR Ahmad & dishohihkan Ibnu Hibban)

Ayat quran & hadits diatas menjelaskan pada kita bahwa Rasul adalah pribadi yg mandiri & Islam mengajarkan kemandirian, karenanya menstimulasi kemandirian anak sejak dini sangatlah urgen.

Secara psikologis, stimulasi kemandirian anak sangat penting karna hal ini terkait dengan kepercayaan diri anak serta survival skill.
Kemandirian perlu distimulasi sejak dini karena tidak ada jaminan sampai kapan kita bisa mendampingi anak2 kita. Hal ini juga akan sangat memudahkan kita saat anak kita memiliki adik baru.

Anak sy 1, Lulu (2y 4m). Daftar kemandirian yg sudah tercapai:
1. Minum & Makan sendiri dgn tangan atau sendok
2. Berhasil disapih dgn metode WWL
3. Tidur di kamarnya sendiri
4. Lulus toilet training
5. Buang sampah pada tempatnya
6. Lap atau sapu sesuatu yg ia tumpahkan
7. Pakai kaos kaki & sepatu/sendal sendiri
8. Pakai pakain sendiri, kaos masih dibantu.
9. Membuat susu sendiri
10. Menyiram tanaman
11. Memasak telur. (didampingi).
12. Gosok gigi sendiri
13.  mandi & cebok sendiri
14. Pakai mukena & gelar sajadah
15. Mengambil & menyimpan sesuatu pada tempatnya.
16. Terlibat aktif dalam segala kegiatan domestik, seperti goreng, uleg, nyapu, ngepel, lipat baju, beres2 dll.

Sebagaimana anak balita pada umumnya, Lulu terkadang moody.. Sependek ini, sy berusaha membiasakan dengan memperhatikan kesiapannya. Adapun tahapan yg saya lakukan adalah dengan 5E:
1. Environment : lingkungan (ramah anak)
2. Expose : menunjukan
2. Enjoy : membuat enjoy
3. Encourage : mendorong
4. Emergency aid : memberi pemahaman ttg bantuan darurat
5. Establish habit : membentuk kebiasaan

By : Nisa Nur'arifah

1⃣ Teh Nca,tlg ceritakan ttg proses toilet trainingnya. -Teh Rindu-
⏩Teh rindu, Untuk toilet training, sy merasa tantangan yg paling menantang..😅 Kesiapan sangat penting bagi ibu & anaknya. Kami mulai saat Lulu 14 bulan dgn memperhatikan kesiapannya: bisa jongkok & berkomunikasi.
14 bln : lepas diaper, sounding, terutama hypnolsleep.. Sebelum tidur diucapkan kalimat2 positif bahwa kita akan mulai toilet training & kita pasti bisa menaklukannya.
Diajak ke toilet dgn ritme yg teratur, siang per 3 jam, malam per 6 jam.
Dicoba memakai potty training, namun lulu kurang tertarik.
18: berhasil bilang tiap mau pipis & bab d toilet, namun utk keluar ngangkot jauh atau ke masjid bundanya blm berani lepas diaper😁
24 bln: ada masa menolak sekitar 2 minggu, namun kembali bisa. Sounding tetap berjalan.
27 bln: tiba2 lulu nya yg minta dilepas diaper nya. Katanya ga nyaman.
Catatan: di tempat yg asing harus orientasi dulu toilet, terutama jika jarak ke wc tidak sama dgn dirumah. Karna sejak itu lulu sempat ngompol dirumah orang 2x. Bilang, namun jarak ke wc nya lumayan.. Tp saat saya orientasi dulu seperti waktu di Perak, jarak tenda ke wc jauh. Namun selama 3 hari plus perjalanan kereta lulu alhamdulillah tidak kewerweran.
▶Menurut teh nca apabila anak belum bisa berkomunikasi apa sdh bisa diajak utk tt?
⏩ IMHO ya t rindu..☺ usianya brp th?  Kemampuan berkomunikasi tidak selalu verbal.. Karna kemampuan berbahasa anak berbeda2. Ibu pastinya orang yg paling faham gaya komunikasi anak. Saat ibu siap & melihat tanda2 kesiapan dr anaknya.. Sy rasa tidak adak salahnya untuk mencoba😊
▶Pertanyaan lanjutan terkait TT ya teh..bgmn melatih anak usia 2-3 thn utk cebok sdr? Apakah yg dimaksud utk BAK saja atau BAB jg? -teh Irma
⏩Kalau sy Langsung diajak & dibantu melakukannya th irma.. Pegang tangannya sambil melakukan yg seharusnya. Setelah itu beri ia kesempatan melakukannya sendiri. Sy satu2 teh, saat sudah bisa cebok yg bak, baru yg bab. Tp sampai sekarang lulu masih suka minta dibantu utk bab.. Aga jijian.. Hi😁.
Anak2 Ibu septi dulu berhasil lulus tote pas usia 1 th, kebayangnya belum lancar bicara tp bisa.. InsyaAllah t rindu bisa👍✊
Sy mulai pas 14 bulan krn baru ketemu ibu & tau tips2 nya.. Anak berikutnya penasaran utk mulai lebih awal.. Hihi. Yg terpenting dr melatih kemandirian bagi saya sebetulnya bukan masalah anak bisa menyelesaikan suatu tugas atau tidak, tp bagaimana sy menumbuhkan TRUST pada anak & sebaliknya, begitupula rasa TRUST anak thd dirinya alias Kepercayaan dirinya... 😊✅

💡Teh Karlina: Ingin sharing toilet training😊
Sesuai pengalaman.. mnrt sy memang hrs konsisten.. klo memang lepas diaper, ya hrs seterusnya.
Jgn sampai anak menjd bingung.
Anak kedua sy sempet begt jg, umur 2thn sdh ga pake diaper. Tiap malem slm 2mg sy ga berenti bangun malem(2kli) skitar jam 12&3 utk bangunin anak bwt pipis ke kmr mandi(trgantung jadwal anak msng2)
Slm 2mg ga keputus.. sampai skr, ade(2y 8m), klo malem dia mau pipis, dia keluar kmrnya sndiri dtg ke kmr sy mnta anter pipis ke kmr mandi. Tp udah jarang jg pipis malem2..

Nah.. yg dl sy ga konsisten itu pas pegi2an..
Sy pakein diaper.. mau pipis dia mnta ke kmr mandi, sy blng pipis aja di diaper. Dia ga mau. Krn susah cari tempat sy paksa pipis di diaper.. akhirnya pipis jg..

Tp setelah itu sy berani pegi2an ga pake diaper.
"Wayahna"😁 kdng2 suka berenti di alfamart, kdng mesjid, spbu..
2⃣ Saat melatih kemandirian, tantangan apa yg dirasa bikin up dan down, bgmn mengatasinya? -Teh Wik
⏩ Hihi barusan dibahas th karlina ya.. Cass th sama✋Hal yg paling sering bikin up & down nya itu komitmen & konsisten. Self control qt jg mesti kuat.. Terutama saat anak menolak.. Pas lulu 2 th, banyak sesi menolaknya. Ada kalanya sy berhasil membujuknya dgn segala jurus yg sy tau, ada kalanya tidak. DIsitu sesaat pasti merasa down..😞 Biasanya yg bisa  bikin up lg, mengingat bahwa ini adalah 'kewajiban' sy sbg ibu thd lulu adalah amanah.. Lihat kembali vision board lulu & prestasi yg tercapai yg ditempel didinding kamar.. Ia pasti bisa & sy pasti bisa lebih sabar mendampinginya..
Saat ia gagal, misal ngompol.. Sy bilang 'lulu hebat sudah berusaha, berusaha lebih keras ya nak..' meskipun kadang masih sulit kontrol wajah kecewanya😞
Fokus pada kelebihan, karna anak qt tdk sempurna begitupun dengan kita..
Dann yg paling penting adalah peran suami yg selalu membantu, siap jd tempat curhat & penyemangat saat qt down😊
Berkumpul dgn orang2 yg punya energi positif sangat membantu mengontrol mood qt.. Serta banyak berdoa, krn hakikatnya Allah lah yg menyukseskan anak qt, tugas kita bersungguh-sungguh menstimulasinya.. Sy jg masih jatuh bangun.. Saling menyemangati t wiwik😘✊✅

3⃣ Bagaimana menghadapi anak ketika tidak mau makan atau tdk mau mandi? Dibujuk jg gak mau..-teh Laila
⏩ Th laila.. Untuk makan, Kalau sy, pas Lulu tidak mau makan tidak sy paksa. Utk makan saya tidak menerapkan makan harus 3x sehari. Rasul menganjurkan makan saat lapar & berhenti sebelum kenyang. Sy berusaha bangun pemahaman Lulu, bahwa makan adalah 'kebutuhan' bukan 'kewajiban'. Dr bayi tidak dibiasakan makan sambil jalan2. Saat GTM sy tdk memaksanya utk makan. Pas sudah lapar, biasanya tahu pun terasa gepuk.. 😃 jika GTM nya sedang sakit misal, utk memenuhi nutrisinya sy beri sari kurma dll yg ia mau saat itu. Berusaha membuat suasana makan lebih seru dgn dongeng dll, yg paling buat Lulu tertarik fun cooking. Biasanya makanan yg ia masak sendiri lebih semangat dimakan
Untuk mandi, dibikin fun dgn dekor kamar mandi, bikin pre bath activity dulu. Bikin kesepakatan, setiap kali bunda pergi, lulu siap mandi. Jadi kita pagi hari tidak akan keluar rumah jk belum kita belum mandi, kec ke masjid utk sholat shubuh & pengajian shubuh. Kalau sedang buru2 & susah diajak mandi, sy kasih pilihan sambil tegas menatapnya.. Mandi sendiri atau dimandiin bunda?😄
▶Teh,nyambung tanya ya teh..pre bath activitynya ngapain aja?
⏩Main air th mesa.. Apapun itu.. Mandiin mainan hewan2, cuci2 an, perahu2an, shampo2 yg berenang, pokonya main yg pake air.. Hihi✅

4⃣ teh nca...bagaimana menyapih dengan metode wwl itu? -Teh Firna
⏩ WWL : Weaning with love, menyapih dengan cinta. Metode baru yg ditawarkan sbg metode pengganti cara konvensional dlm menyapih spt dgn obat merah dibilang PD nya sakit, dikasih yg pahit2, diungsikan kerumah nenek dll. Metode koncensional dinilai melukai perasaan anak sehingga mrk merasa dibohongi & tidak disayang.
Utk lebih jelas bisa googling. Tahapannya beragam kalau sy ke lulu:
1. Sounding & hypnosleep dr 1,5 y
2. Pas 18 m, Karna bareng dgm tote, bikin kesepakatan jika kewerweran tidak nenen selama 1 jam.
3. Mulai perbanyak aktivitas fisik, banyak keluar energi jd banyak makan sehingga kenyang.
4. Bikin lagu 'bye bye nenen'
5. Mulai memperkenalkan UHT
6. Minta dukungqn keluarga besar untuk membesarkan hati Lulu
7. Diajak bersiskusi dr hati ke hati bahwa ini adalah fase perkembangan yg mesti dilewati & kita pasti bisa.. Alhamdulillah berjalan cukup smooth..
Prosesnya dr 18 m sampai 24 m itu th.. Karna ada pengurangan ritme nenen yg bertahap, mental anak jg tersiapkan. Malah kecepetan seminggu dr 2 th pas. Lulu nya udah koar2 lulu udah ga nenen lagi, udah besar sambil nyanyi 'bye bye' nenen & pas ditawarin ga mau.. heu

5⃣ Point 4 emergency aid detailnya bagaimana?
Secara teknis dan membahasakannya?
Terus jika ada tugas kemandirian yg tdk terpenuhi diusia nya dan baru dipenuhi sekarang(dilatih) seberapa besar pengaruhnya pada perkembangan anak?
Nuhun..(nur'aini)
⏩  Emergency aid simpelnya P3K ning.. Idelanya ada kotak P3K dirumah dan terjangkau oleh anak (sy blm punya). Tp sy simpen obat2an d satu tempat. Misal tertatik dgn memasak, qt kasih pemahaman ini panas & jika nanti kena cipratan minyak, kita mesti ambil & pakai salep.. Lulu masih didampingi..
Hehe.. Itu karna sering lihat sy potong2 pas masak.. Dr bayi, berhubung ga punya ART, lulu selalu sy libatkan dlm keg domestik. Pas blm bisa jalan suka didudukin di bouncer pas sy masak sambil cerita or dongeng. Lama2 pengen segala coba, termasuk pakai pisau. Sesuai saran bu septi, melejitkan kreativitas anak itu, semua boleh kecuali yg ga boleh. Karna masih khawatir, sy kasih pisau mainan. Dia coba & protes.. Ga bisa potongg..😅 Lalu sy kasih pisau yg tumpul, bisa pake utk tahu or sosis. Pas potong wortel protes lg. Akhirnya sy kasih pisau yg sy pakai sambil terus bilang hati2.. Sy nya yg deg2an.. Tp lulunya enjoy aja.. Alhamdulillah skrg udah cukup smooth pegang pisaunya..
⏩ Utk pertanyaan nuning ada yg keringgalan.. Better late than never.. Lebih baik terlambat srpd tidak sama sekali.. Semangatt ningg😍✊
Sesuatu yg terlambat biasanya lebih memakan waktu lebih banyak, tp lakukanlah.. Ibu septi pernah share ttg stimulasi ESQ enes yg telat di banding yg lain. Jd waktu enes terlalu fokus ke IQ. Pas ara ESQ dulu, ternyata IQ nya menyusul cepat. Pas enes IQ dulu, nyusul ESQ nya aga lama.. Kurikulum d bunda sayang nca perhatikan & sudah konfirm ke ibu udah sesuai prioritas. Jd dalam parenting yg perlu dibenahi pertama komunikasi, kemandirian, esq, iq dst.

Sy jg berterima kasih sudah diberi kesemptan berbagi, semoga jd amal jariyah.. Amin. Sekali lg apa yg sy share berdasarkan ilmu & pengalaman sy yg sgt terbatas. Koreksi & masukan sangat sy tunggu. Hatur nuhun.. Jazakumullah..🙏✅
▶ Kurikulum d bunda sayang nca perhatikan & sudah konfirm ke ibu udah sesuai prioritas.

Teh Nca,kalimat diatas👆mksdnya gmn?
Mksdnya urutan kuliah d bunda sayang sdh benar,begitu=
⏩Iya th.. Jd stimulasi jg ada tahapnya.. Kadang kan suka pengen 'ngarawu ku siku' semua qt latih & pengen anak segala bisa.. Ternyata itu sudah sesuai tahapan prioritas. Pertama benahi pola komunikasi, karna itu dasar kerjasama ibu & anak. Lalu stimulasi kemandirian krn itu terkait survival skill, lalu ESQ karna itu terkait karakter, baru IQ yg bermuatan kognitif.. Semua distimulasi tp ada yg prioritas.. Khawatir sy salah faham, sempat klarifikasi ke ibu & mengiyakan..✅
🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹
👍👍👍👍👍 Mantap teh Nca. Nuhun ya teh atas waktu dan ilmunya 😍

Sami2.. Semoga bermanfaat.. Sy pamit dulu.. Assalamu'alaikum😊

✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨

Jumat, 24 April 2015

Financial Education for Kids

Resume Kulwapp IIP Bandung 1

Shofi as admin
Nia as host
Mesa as co-host

📆Jum'at, 24 April 2015
⏰ 13.30-14.30
👸 bunda Isti Khaerani - Financial Trainer for Women n Kids

FINANCIAL EDUCATION  FOR KIDS

Dalam sebuah keluarga, perencanaan keuangan biasanya hanya dilakukan oleh Ibu dan Ayah. Padahal jika perencanaan keuangan dilakukan dalam sinergi "A Home Team" yg terdiri dari ayah,ibu,dan anak2,,,yg sama2 memiliki impian dan tujuan keuangan yang sama,insya Allah impian dan tujuan keuangan keluarga dpt lebih cepat terwujud.

Financial education perlu dilakukan sejak dini. Konsep yg paling dasar dlm financial education utk anak adalah utk lebih menghayati makna syukur,,terima kasih kpd Allah atas sgala rezeki yang telah diberikan kepada anak dan keluarga. Sehingga anak bs lebih menghargai uang atau barang yang dimilikinya.

Dari berbagai literatur, terdapat 4 point yang bisa kita ajarkan ke anak:
1. Earning Money
Kita dapat memberikan pemahaman kepada anak, bagaimana uang itu diperoleh,apa pekerjaan ayah atau bundanya. Uang yang di ATM bisa kita ambil krn Ayah atau Bunda bekerja mencari nafkah dan menabung. Dan kita bisa diskusi dgn anak ttg berbagai profesi yg ada di sekitar lingkungan rumah  (sperti dokter, insinyur, pedagang,tukang becak, tukang sampah,dll), shg anak dpt memahami bahwa utk mendapatkan uang perlu usaha.
Utk anak yg lbh besar, bs mulai qta motivasi utk blajar mendapatkan uang sndiri, misal nya menabung di bank sampah utk mendapatkan uang.
2. Smart Spending
Kita perlu edukasi anak utk slalu belanja hemat, dan dapat membedakan keinginan dan kebutuhan. Shingga anak bs blanja hemat dan cermat sesuai kebutuhannya.

3. Saving Money
Supaya anak trmotivasi utk menabung,qta dpt diskusikan dgn anak apa impian atau tujuan keuangan anak. Misal:anak ingin alat musik tertentu atau ingin liburan, qta bs motivasi utk menabung. Tabungan bs dlm bentuk tabungan di bank atau celengan.

4. Sharing (berbagi)
Selalu ingatkan anak bahwa dlm harta kita ada hak orang lain,,ajak anak utk rutin bersedekah, atau diajak menabung rutin utk kurban. Kalau ada bencana alam,ajak anak utk sama2 membantu baik dlm bentuk uang atau barang.

Dalam literatur moneyasyougrow, Yang perlu diajarkan utk anak usia 3 sd 5 taun:
1. Utk membeli sesuatu memerlukan uang
2. Earning Money by working
3. Utk mendapatkan sesuatu tdk bs instan, anak harus menabung dl
4. Membedakan keinginan dan kebutuhan.

Anak jangan diberi uang jajan, namun berikan UANG SAKU, dan edukasi anak utk membagi uang sakunya utk BBM (Belanja Hemat,Berbagi,Menabung)

Pandai atau tidaknya anak dalam mengelola uang merupakan salahsatu bentuk hasil tiruan atas perbuatan orangtuanya. Sehingga yg paling penting dlm financial education for kids adalah contoh orang tua dlm mengelola keuangan dgn baik, dan dapat membedakan keinginan dan kebutuhan.
〰〰Sesi tanya jawab〰〰

1 Kalau bedanya uang jajan dan uang saku apa? Dan sejak umur berapa anak dibiarkan memegang uang sendiri/diberikan uang saku?

Terimakasih 😊 -Hani-
1Hatur nuhun,teh Hani,,,Dengan konsep uang saku,anak bs dilatih utk BBM..dlm uang saku ada digunakan utk Belanja Hemat (atau jajan), Berbagi, Menabung... Kalau uang jajan berarti smuanya dipake utk Belanja.  Anak mulai SD (umur 6 ataun 7)sudah bs dikenalkan mengenai uang saku..✅

2 Baiknya uang saku diberikan harian, mingguan atw bulanan?
2boleh dimulai mengenalkan anak pd uang saku,tp dijelaskan jg bahwa uana uang saku hanya digunakan saat diperlukan. Kalau anak nyaman dengan bekal dari rumah, uang saku dpt lbh hemat tdk digunakan utk jajan.
Utk anak usia 6 sd 10 uang saku bs harian, utk umur 11 sd 12 bs diberi uang saku 3 harian (shg anak bs belajar planning keuangan), utk smp uang saku mingguan,dan utk sma bs bulanan.
Poin yg penting adalah slalu ingatkan anak ttg konsep perencanaan, belanja hemat,berbagi,menabung,,,dan membedakan keinginan dan kebutuhan..✅
3 Bagaimana memberi pemahanan pada anak 2th utk membedakan antara kebutuhan & keinginan? -Nisa-
3idealnya utk financial education for kids dimulai dari umur 3,,,namun kalau anak qta di umur 2 sdh bs berkomunikasi dgn baik, bs diedukasi kasi melalui cerita2 sederhana. Misal,,,Lulu udah punya 5 tas, kalau lulu pingin beliin tas lg,,,"itu lulu pengen atau butuh?"...kalau spatu lulu udah kekecilan...lulu bs bli spatu..krn lulu butuh spatu...✅
4 1. Bagaimana teknis mengedukasi anak utk berbelanja (jajan) hemat? -Desi-
4utk mengedukasi anak dlm belanja hemat, anak perlu tahu konsep pengelolaan uang sesungguhnya, misal ttg brp byk uang yg hrs ditabung,brp yg digunakan utk blan. Misal saat anak punya uang 20 ribu,ajak anak utk berpikir, uangnya akan direncanakan utk beli apa aja. Dan ajarkan utk membagi pos2 pengeluaran uangnya.
Ajarkan konsep yg tepat,konsep ta tawar menawar, dan berempati dgn sesama yg kekurangan. Kalau qta berbelanja brsama anak ke pasar atau supermarket,diskusikan dgn anak trlebih dahulu apa brg yg dibutuhkan utk dibeli.. Bunda beri contoh dgn memilki daftar blanja✅
5 Bgmna menjaga konsistensi anak agar rajin menabung di rmh? Apakah ortu hrs mencontohkan menabung jg di dpn anak? -Desi-
5⃣betul,teh Desi,,,plg bagus jika ada contoh dari orangtua. Anak di rmh punya celengan favorit (bs celengannya dihias ,dan ditempel impiannya atau tujuan keuangannya) jd anak trmotivasi utk menabung. Kalau anak saya (umur 5 taun), utk menabung di skolah,,,sy kasi 4000, 2 ribu utk menabung dan 2000 utk infaq atau tabungan qurban.
Kalau anak dpt uang dlm jumlah bsar (misal:khitanan,atau lebaran) bs ddiajak menabung di bank. ✅
6 Kondisi keuangan di keluarga tdk selamanya stabil...seringkali terjadi fluktuatif dana.
Saat dana minim bagaimana cara yg baik mengkomunikasikannya kpd anak2? Agar tdk tumbuh rasa minder dan rendah diri.
6⃣Keluarga adalah sbuah a home team,,,utk tujuan keuangan dan pengelolaan keuangan bs didiskusikan dlm "family strategic planning" . Utk anak usia 10 taun ke atas bs mulai diajak diskusi,,,ttg pos pengeluaran keluarga,,,pemasukan kluarga...
komunikasikan dgn anak ttg apresiasi bhwa  utk dpt uang ayah dan atau bunda hrs bekerja,,,dan konsep makna syukur thd harta yg dititipkan Allah. Bs jg ajak anak utk liat skeliling ttg kondisi org2 yg lbh kekurangan.
Cara anak berinteraksi dgn uang akan membentuk karakternya ke depan.  ada kisah menarik dari penelepon (saat sy siaran di MQ) ttg anaknya yg slalu hemat dan mmbawa bekal dari rmh (masakan mamanya),awalnya anak tsb diejek oleh tmen2nya,,,krn slalu bw bekel...dibilang "anak mama",dll...tp anak itu punya karakter yg kuat,,ttep teguh bw bekel dan tdk trbawa arus.trnyata lama2,,malah tmen2nya yg trtarik dan suka minta bekel anak itu,,,dan akhirnya tmen2 nya malah bawa bkel jg ke skolah 😄✅
7 Teh Isti,
Waktu saya SD dulu,sy belum kenal jajan. Ibu selalu membawakan bekal dr rumah,sehingga uang saku yg sy gunakan hny untuk beli mainan/telfon ke wartel kl blm dijemput. Uang tabungan diberikan di luar uang saku. Pertanyaan saya,apakah hal tsb masih relevan diterapkan di jaman skrg? Karena dulu kl liat temen beli jajan di sekolah tu,suka pengen gt. Jadi sbg gantinya,sama ibu di rumah jd praktek gt, ibu berperan sbg bu kantin. -Mesa-7⃣Wah,,,Ibunya teh mesa berarti financial plannya udah OK,,,yg konsep ibu berperan sbg ibu kantin, sama dgn yg dl pernah Bu Septi ajarkan,,,kynya bermain warung2an di rmh,jd anak ttep bs belajar konsep jual beli. Hal trsbut bs msh relevan,teh,,,slama anak nyaman dgn konsep itu mangga diteruskan.
Utk blajar jual bli, anak jg bs diedukasi utk bant bunda blanja di warung. Kalau fara sneng bgt kalau disuruh blanja ke warung beli telor, pul nya,,,telornya dihitung,,,dan dimasukkan kulkas,dan uang kembalian dikasi ke bunda (utk melatih jujur).✅

Alhamdulillah,,,,terima kasih bunda2 hebat,,,qta sudah blajar brg disini...mudah2an bermanfaat,,ya,,,
Dan qta bs sama2 istiqomah utk bs jd contoh utk anak2 qta dlm mengelola keuangan,,,shg bs trwujud keluarga cerdas finansial.
Terimakasih.

Kamis, 16 April 2015

Manajemen Kamar; Mendidik Anak untuk Teratur

Sambungannya dari postingan sebelumnya. Dikutip dari group whatsapp IIP Chapter Bandung
☕ Psycho Coffee Morning ☕

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Rabu, 15 April 2015

Maintainance Tools (Part 2)

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Vino masih tidur, ketika maminya masuk ke kamar kostnya, Vino tak bangun sama sekali..

"Aduuh...ini pintu nggak dikunci, kamar berantakan, ini buku2 pada berserakan di lantai..mangkuk mie..bungkus makanan...aduuuh..ini pasti abis begadang" gumam si mami.

Akhirnya mami beresin kamar Vino, mami sampe tutup hidung, ada sisa maknan bau, handuk basah tidak dijemur, baju kotor numpuk di gantungan belakang pintu. Bahkan di kamar mandi, pasta gigi berceceran krn tdk ditutup, sampo tumpah, lantai licin krn tdk dibersihkan..2 jam lebih mami bersih2, dan akhirnya Vino terbangun...

"Woooaaahh...lho, mami...kapan dateng? Woooww, kamarku bersih sekali, mami abis bersih2 ya?"

"Kamu itu..sudah kost..harusnya latihan hidup mandiri, lebih rapi..sama aja, gak berubah..sampe kapan kamu begini? Kalo gak ada mami, mau berantakan terus..nanti kalau kamu sudah menikah, rumahmu akan berantakan begini juga?" Kata mami nyerocos.

"Ya nggak lah mi...ntar kalo aku nikah, kan ada istriku yg beres2 rumah" sahut Vino asal njawab aja...

Vino..oh vino...malang nian istrimu kelak...

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Teman, kenapa malang nasib istrinya kelak? Karena dia harus mengambil peran dominan dlm mengurus rumah, akan sulit melakukan pembagian tugas rumah tangga dg Vino..karena sejak kecil, Vino telah terbiasa dibantu maminya mengatur tetek bengek kamarnya. Kemandirian fisiknya tdk tuntas krn 'terlalu banyak dibantu', sehingga cenderung tdk bisa dlm mengatur kamrnya sendiri, tidak rapi, tdk ada yg pada tempatnya, bahkan tdk peduli dg kekotoran yg mengganggu.

Teman, inilah satu lagi hal kecil yg perlu secara serius kita latih pd anak2, agar tdk jadi kebiasaan buruk yg terbawa hingga besar, yaitu pembiasaan mengelola barang di kamar. Kita sebut saja latihan pembiasaan Manajemen Kamar.

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Manajemen Kamar artinya mengelola segala sesuatu yg ada di dalam kamar. Berikut inilah beberapa aspek kamar yg perlu dikelola,
🚪Membiasakan anak utk meletakkan setiap benda di tempatnya. Buku di rak buku, segala alat tulis di meja belajar, baju bersih di lemari, baju kotor di tempatnya, gunting, hanger, tissue, sabun sampo di tempatnya, pasta gigi sikat gigi di tempatnya, dll.
🚪Membiasakan anak utk merawat kebersihan & kerapian kamar, menyingkirkan sampah & membuang di tempatnya, membuka jendela setiap pagi, menutupnya ketika malam, menata selimut, bantal, guling & sprei ketika vino di pagi hari & merapikan barang2 di kamar setiap kali akan meninggalkan kamar.
🚪Membiasakan anak untuk memiliki pembagian waktu ketika di kamar, kapan bangun, berapa lama mandi, berdandan, beres2, kapan belajar, kapan tidur, berapa lama nonton tv, sampai jam brp boleh akses hp, internet, & gadget2. Dan diskusi dg anak, tentang bagaimana ortu perlu mengingatkan anak jika tdk tepat jadwal.
🚪Membiasakan anak utk siap menerima siapa saja di kamarnya walaupun dia tetep boleh punya privasi. Jika ortu ingin mengobrol, bisa masuk. Jika ada adik/kakak minta tolong maka siap membantu, jika ada tamu siap berbagitempat tidur dengannya.

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Teman..membiasakan anak mengelola kamar dg baik adalah sebuah simulasi baginya agar kelak bisa "mengelola rumah", tdk peduli laki2 atau perempuan..akan berumah tangga kan..latihan mengelola rumag dg mengelola kamarnya sendiri, dan bayangkan jika aspek2 kamar di atas bisa dilatihkan pada anak, akan sangat dahsyat dlm membentuk karakternya..
⏰ Anak akan belajar meletakkan segala sesuatu di tempatnya, bukan hanya utk barang2 tapi utk segala urusan..artinya dia akan mudah mencari barangnya, juga mudah menata pikiran dlm memandang urusan yg ditangani..gak mudah bingung.
⏰ Anak akan belajar utk menjaga & merawat, bukan hanya barang2 tapi juga menjaga orang2 yg kelak jadi tanggung jawabnya.
⏰ Anak akan belajar utk punya jadwal, untuk membagi waktunya, utk melaksakan jadwalnya, utk punya komitmen dg rencana yg dibuat sendiri.
⏰ Anak akan belajar menerima orang lain, bahkan bisa melayani kebutuhan org lain, bisa jadi org yg memuliakan tamu jika nanti sudah punya rumah sendiri.

Weeew, Agak lebay? Tidak teman...sungguh bahwa perubahan sikap, pembangunan karakter anak harus dimulai dari hal2 yg kecil ini..sukses utk yg kecil, mudah utk mencapai yg besar.

Manajemen Tas; Mendidik Anak untuk Teratur

Disalin dari group Whatsapp IIP (Institut Ibu Profesional) Chapter Bandung🌹
☕ Psycho Coffee Morning ☕

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Selasa, 14 April 2015

Maintainance Tools (Part 1)

💼👜💼👜💼👜💼👜💼👜

Dodit sudah duduk di atas motor, di depan rumah siap berangkat! Dinda istrinya masih mbulet di dalam rumah, "Dinda...cepetan..aku nanti telat" kata Dodit. "Iya sebentar" jawab Dinda sambil teriak.
"Sorry...nyari dompet nggak ketemu2 tadi...untung akhirnya baru ingat, di atas kulkas" jawab Dinda ketika akhirnya keluar rumah.

Sampai dikantor, Dinda sudah telat 5 menit, alamat dimarahi pak bos..Beneran baru naruh tas, interkom sudah bunyi..tut tut..Dinda, ke ruangan saya ya..tiiit. Telpon langsung ditutup.

Dinda masuk ruangan pak bos, langsung dikasih instruksi, "Proposal yg sudah kamu buat kemarin...revisi ya, terutama di bagian penawaran harga, naikkan 5% ya. saya tunggu revisiannya pagi ini juga. Lalu kamu ikut saya, sudah siap presentasi ke klien kan?" Sip...gak nanya telat, batin dinda..

Sampai di meja kerjanya...dinda baru ingat..alamaakk, proposalnya kan aku bawa pulang utk kupelajari spya siap presentasi..dan KETINGGALAN. Oke...tenang Dinda..kan ada file nya..kita buka, sekalian revisi..lalu di print..Dinda mulai booting komputer sambil ngatur napas..pas buka folder..gak ketemu filenya...aduuuh, dari kemarin mau kurapikan dlm folder2 gak sempet..akhirnya ratusan file ini kayak hutan belantara..judul filenya lupa lagi..jadi nggak bisa di search..ini doc1 doc2 kok byak sekali...aduuuhh pusing.

💼👜💼👜💼👜💼👜💼👜

Kenapa Dinda pusing? Karena sewaktu kecil...kemandirian fisiknya belum terlatih dg baik..utamanya pd aspek maintainance tools...Waktu kecil, Dinda kurang diberi pembiasaan mengelola benda2 sehingga ketika besar menjadi org yg tdk rapi dlm mengelola barang, sering lupa/kehilangan, juga menjadi seorang pekerja yg tidak terstruktur..sehingga pengelolaan aktivitasnya juga kacau..

Teman, inilah satu hal kecil yg perlu secara serius kita latih pd anak2, pembiasaan mengelola barang. Kita mulai dari yg sederhana..Pembiasaan Manajeman Tas.

💼👜💼👜💼👜💼👜💼👜

Manajemen Tas artinya mengelola tas..ada bbrp tahapan latihan manajemen tas pada anak,
1⃣Kita perlu sosialisasi pd anak tentang pentingnya merapikan tas, ya kalau anak..kaitkan saja dg sekolah, biar tdk ada buku ketinggalan, bisa belajar dg baik di sekolah, dst dst
2⃣Kita bisa mulai dg contoh, ortu mengambil tas nya sendiri & mulai mensimulasikan prosedur menyiapkan tas di malam hari seblum tidur.
~buka tas, keluarkan semua isinya, buang yg termasuk sampah
~masukkan benda2 wajib setiap hari, alat tulis, tisue, dompet, & teman2nya
~liat jadwal besok, masukkan semua benda utk kebutuhan besok.
3⃣Kita melakukan proses menyiapkan tas, pd malam hari bersama anak, urutan aktivitas yg rapi akan memudahkan anak utk melakukan..agak mirip dg tas ortu tadi,
~Keluarkan semua isi tas, buang sampah.
~Siapkan keperluan wajib, alat tulis trutama..jika perlu pensil2 dirauti
~Berikan label utk semua benda yg dimiliki, nama..agar tidak tertukar dg teman atau jika hilang lebih mudah kembali
~Periksa jadwal besok dan masukkan semua keperluan utk besok

💼👜💼👜💼👜💼👜💼👜

Teman..ini pekerjaan sangaaaat sepele..tapi sungguh berdampak pada karakter jika kita kerjakan rutin..

Sebuah sekolah telah membuat program semacam ini, parenting berbasis pembiasaan aktivitas sehari2 & terasa betul manfaatnya.

Latihan manajemen tas mungkin hal biasa..tapi jika ini RUTIN dilakukan akan menyumbangkan bbrp manfaat
✅Anak terbiasa 'merencanakan' sblm aktivitas, sehingga akan jadi pribadi yg rapi, terstruktur, dan siap menghadapi esok hari krn sdh punya 'persiapan', nggak akan jadi anak yg 'gupuhan' atau panik'an, atau anak2 yg ketinggalan barangnya.
✅Anak belajar memilah 'barang yg tdk perlu' shg dilabeli sampah lalu dibuang & 'barang yg masih perlu', bayangkan jika ini diabstrakkan..anak belajar mana masalah yg perlu dilupakan & mana yg masih harus diurus utk diselesaiakn..keren kan..
✅Anak belajar melakukan klasifikasi benda2, benda penting & tdk, mana yg disimpan & mana utk besok. Sekali lagi bayangkan jika diabstrakkan, anak ini akan tahu mana urusan yg ditunda mana yg harus diselesaikan besok.

Mau melatih anak utk manajemn tas? Dahsyat lhoo efeknya...😄