Jumat, 30 Mei 2014

I am a happy girl

Hari ini aku rasa hari yang menyenangkan. Entah karena hari ini memang demikian atau aku bisa mengatasi permasalahan emosi yang dirasakan oleh kebanyakan orang dengan karakter sanguinis sepertiku. Well apapun itu, aku berterimakasih kepada banyak hal tentang kebahagiaan yang mungkin tidak tersurat. Jangan tanyakan 'siapa', karena bisa jadi pertanyaan itu seharusnya 'apa'. Namun jika kau tanya mengapa, aku akan jawab "Karena aku akan dan harus bahagia". Kedengeran Lebay? Yeah? Terserah. Tapi aku tidak ada masalah dengan itu.
Perasaan Bahagia. Kenangan Bahagia.
Its just remind me about 2 films, Harry Potter and the Order of phoenix (kalo gasalah) daaaan Peter Pan (Bukan Band  loh yaaa)
Di film Harpot itu dikisahkan bahwa fikiran Harry Potter dan musuhnya, Voldemort, seperti tersambung. Nah mengapa demikian? Karena  Harry merupakan Horcux nya Voldemort pas Harry masih kecil (ada yang ngerti??) Oke ke intinya yaa, kalau Harry Potter fikiran dan perasaannya mengikuti alur Voldemort yang negatif2 , Harry Potter akan berakhir sama dengan Voldemort. Tapi disitu Harry melawan fikiran negatif dengan memory-memory bahagia nya bersama orang terdekatnya. And that's  made Harry won.
Gabeda jauh, di film Peter Pan, Peter ngajak Wendy terbang dengan menginstrusikan "Fikirkan hal-hal yang kamu suka dan menyenangkan". Aku lupa tepatnya, yang pasti intinya menuju kesana. Setelah memikirkan hal yang dia suka, akhirnya Wendy dan kedua adiknya terbang (dengan sedikit pixie dust-nya Tinkerbell) ke Netherland. Di lanjutan film tersebut, Hook, Peterpan beranjak dewasa dan sedikit melupakan kebahagiaan masa kecilnya yang membuat dia tidak bisa terbang lagi. Di klimaks cerita, Peter melawan kapten Hook di kapal dan fikiran serta bahagia Peter membuat Peter menang.
Unfortunately, in my PC there's no Peterpan and Hook :( #kode
Aaah ini mungkin terdengar klise, tapi aku cukup setuju dengan Audrey Hepburn yang juga mempercayai Fairy Tale. Paling tidak, aku percaya akan perasaan bahagia, usaha maksimal dan akhir yang bahagia :D

"You may say  I am a Dreamer, But I am not the only one" - Imagine (the Beatles)


Dan satu lagi. Film Bedtime Stories yang menceritakan seorang paman yang menceritakan dongeng sebelum tidur kepada keponakannya dan keesokannya apa yang diceritakan (dengan tambahan cerita sang keponakan tentunya) hal tersebut jadi nyata. Itu salah satu contoh dari teori Tarik-Menarik yang di bahas di buku 'The Secret' (You must download and read it! Recommended!). Intinya, fikiran kita akan menarik hal yang sama. Ketika kita berfikir kegagalan, maka kita sedang menarik kegagalan tersebut kedalam hidup kita. Begitupun sebaliknya. What's your choice?

Sekitar seminggu yang lalu, aku mengalami hal yang cukup menguras energi positif yang aku punya. But now, i will recharging my happy feeling batteries every day, every time!
Last but not least.


Kita tidak pernah tau semua ini akan berakhir seperti apa, tapi yang aku tau, aku tidak akan melewatkan tiap prosesnya untuk mengambil pelajaran. Terimakasih selalu seru!


Bandung, antara tanggal 30 dan 31 Mei 2014

Kamis, 08 Mei 2014

MESSED UP



Messed up



Pernah tidak berpikir bahwa dirimu adalah orang terburuk di dunia? Aku pernah, sering.



Pikiran semacam itu mau tidak mau menyulut sebuah pikiran, ada tidak ya orang yang mampu menghadapiku seumur hidup? Ada tidak ya laki-laki yang mau menghabiskan sisa umurnya dalam kesialan bersamaku?



Menahan malu ketika aku mulai berbuat gila. Menahan amarah ketika aku selalu kritis membantah. Menahan gemas tiap kali aku menangis. Menahan resah ketika aku mulai tidak bisa dipercaya. Menahan langkah agar tidak pergi ketika bahkan aku bilang ingin sendiri.




Ada tidak ya orang yang tidak kehilangan cinta ketika aku terlihat bodoh? Ketika aku terlihat kalah. Ketika aku terlihat jahat. Ketika aku terlihat tidak menurut. Ketika aku terlihat liar. Ketika aku terlihat kacau.



Ada tidak ya orang yang bersedia berusaha memahami walaupun tak sepenuhnya mengerti apa yang kupikirkan? Tidak setahun dua tahun, tapi selamanya. Ada tidak ya orang yang mau menungguku mampu bicara apa yang kurasakan? Tidak setahun dua tahun, tapi selamanya. Ada tidak ya orang yang cukup sial untuk mau kudampingi? Tidak setahun dua tahun, tapi selamanya. Ada tidak ya orang yang mampu menampar tanpa perlu menyakiti? Tidak setahun dua tahun, tapi selamanya.



Setahun, dua tahun, mungkin ada yang sanggup. Tapi lihat, apa seumur hidup mampu menggenggam keledai liar yang bahkan tidak bisa diajari?



Surabaya,24 April