Jumat, 24 April 2015

Financial Education for Kids

Resume Kulwapp IIP Bandung 1

Shofi as admin
Nia as host
Mesa as co-host

📆Jum'at, 24 April 2015
⏰ 13.30-14.30
👸 bunda Isti Khaerani - Financial Trainer for Women n Kids

FINANCIAL EDUCATION  FOR KIDS

Dalam sebuah keluarga, perencanaan keuangan biasanya hanya dilakukan oleh Ibu dan Ayah. Padahal jika perencanaan keuangan dilakukan dalam sinergi "A Home Team" yg terdiri dari ayah,ibu,dan anak2,,,yg sama2 memiliki impian dan tujuan keuangan yang sama,insya Allah impian dan tujuan keuangan keluarga dpt lebih cepat terwujud.

Financial education perlu dilakukan sejak dini. Konsep yg paling dasar dlm financial education utk anak adalah utk lebih menghayati makna syukur,,terima kasih kpd Allah atas sgala rezeki yang telah diberikan kepada anak dan keluarga. Sehingga anak bs lebih menghargai uang atau barang yang dimilikinya.

Dari berbagai literatur, terdapat 4 point yang bisa kita ajarkan ke anak:
1. Earning Money
Kita dapat memberikan pemahaman kepada anak, bagaimana uang itu diperoleh,apa pekerjaan ayah atau bundanya. Uang yang di ATM bisa kita ambil krn Ayah atau Bunda bekerja mencari nafkah dan menabung. Dan kita bisa diskusi dgn anak ttg berbagai profesi yg ada di sekitar lingkungan rumah  (sperti dokter, insinyur, pedagang,tukang becak, tukang sampah,dll), shg anak dpt memahami bahwa utk mendapatkan uang perlu usaha.
Utk anak yg lbh besar, bs mulai qta motivasi utk blajar mendapatkan uang sndiri, misal nya menabung di bank sampah utk mendapatkan uang.
2. Smart Spending
Kita perlu edukasi anak utk slalu belanja hemat, dan dapat membedakan keinginan dan kebutuhan. Shingga anak bs blanja hemat dan cermat sesuai kebutuhannya.

3. Saving Money
Supaya anak trmotivasi utk menabung,qta dpt diskusikan dgn anak apa impian atau tujuan keuangan anak. Misal:anak ingin alat musik tertentu atau ingin liburan, qta bs motivasi utk menabung. Tabungan bs dlm bentuk tabungan di bank atau celengan.

4. Sharing (berbagi)
Selalu ingatkan anak bahwa dlm harta kita ada hak orang lain,,ajak anak utk rutin bersedekah, atau diajak menabung rutin utk kurban. Kalau ada bencana alam,ajak anak utk sama2 membantu baik dlm bentuk uang atau barang.

Dalam literatur moneyasyougrow, Yang perlu diajarkan utk anak usia 3 sd 5 taun:
1. Utk membeli sesuatu memerlukan uang
2. Earning Money by working
3. Utk mendapatkan sesuatu tdk bs instan, anak harus menabung dl
4. Membedakan keinginan dan kebutuhan.

Anak jangan diberi uang jajan, namun berikan UANG SAKU, dan edukasi anak utk membagi uang sakunya utk BBM (Belanja Hemat,Berbagi,Menabung)

Pandai atau tidaknya anak dalam mengelola uang merupakan salahsatu bentuk hasil tiruan atas perbuatan orangtuanya. Sehingga yg paling penting dlm financial education for kids adalah contoh orang tua dlm mengelola keuangan dgn baik, dan dapat membedakan keinginan dan kebutuhan.
〰〰Sesi tanya jawab〰〰

1 Kalau bedanya uang jajan dan uang saku apa? Dan sejak umur berapa anak dibiarkan memegang uang sendiri/diberikan uang saku?

Terimakasih 😊 -Hani-
1Hatur nuhun,teh Hani,,,Dengan konsep uang saku,anak bs dilatih utk BBM..dlm uang saku ada digunakan utk Belanja Hemat (atau jajan), Berbagi, Menabung... Kalau uang jajan berarti smuanya dipake utk Belanja.  Anak mulai SD (umur 6 ataun 7)sudah bs dikenalkan mengenai uang saku..✅

2 Baiknya uang saku diberikan harian, mingguan atw bulanan?
2boleh dimulai mengenalkan anak pd uang saku,tp dijelaskan jg bahwa uana uang saku hanya digunakan saat diperlukan. Kalau anak nyaman dengan bekal dari rumah, uang saku dpt lbh hemat tdk digunakan utk jajan.
Utk anak usia 6 sd 10 uang saku bs harian, utk umur 11 sd 12 bs diberi uang saku 3 harian (shg anak bs belajar planning keuangan), utk smp uang saku mingguan,dan utk sma bs bulanan.
Poin yg penting adalah slalu ingatkan anak ttg konsep perencanaan, belanja hemat,berbagi,menabung,,,dan membedakan keinginan dan kebutuhan..✅
3 Bagaimana memberi pemahanan pada anak 2th utk membedakan antara kebutuhan & keinginan? -Nisa-
3idealnya utk financial education for kids dimulai dari umur 3,,,namun kalau anak qta di umur 2 sdh bs berkomunikasi dgn baik, bs diedukasi kasi melalui cerita2 sederhana. Misal,,,Lulu udah punya 5 tas, kalau lulu pingin beliin tas lg,,,"itu lulu pengen atau butuh?"...kalau spatu lulu udah kekecilan...lulu bs bli spatu..krn lulu butuh spatu...✅
4 1. Bagaimana teknis mengedukasi anak utk berbelanja (jajan) hemat? -Desi-
4utk mengedukasi anak dlm belanja hemat, anak perlu tahu konsep pengelolaan uang sesungguhnya, misal ttg brp byk uang yg hrs ditabung,brp yg digunakan utk blan. Misal saat anak punya uang 20 ribu,ajak anak utk berpikir, uangnya akan direncanakan utk beli apa aja. Dan ajarkan utk membagi pos2 pengeluaran uangnya.
Ajarkan konsep yg tepat,konsep ta tawar menawar, dan berempati dgn sesama yg kekurangan. Kalau qta berbelanja brsama anak ke pasar atau supermarket,diskusikan dgn anak trlebih dahulu apa brg yg dibutuhkan utk dibeli.. Bunda beri contoh dgn memilki daftar blanja✅
5 Bgmna menjaga konsistensi anak agar rajin menabung di rmh? Apakah ortu hrs mencontohkan menabung jg di dpn anak? -Desi-
5⃣betul,teh Desi,,,plg bagus jika ada contoh dari orangtua. Anak di rmh punya celengan favorit (bs celengannya dihias ,dan ditempel impiannya atau tujuan keuangannya) jd anak trmotivasi utk menabung. Kalau anak saya (umur 5 taun), utk menabung di skolah,,,sy kasi 4000, 2 ribu utk menabung dan 2000 utk infaq atau tabungan qurban.
Kalau anak dpt uang dlm jumlah bsar (misal:khitanan,atau lebaran) bs ddiajak menabung di bank. ✅
6 Kondisi keuangan di keluarga tdk selamanya stabil...seringkali terjadi fluktuatif dana.
Saat dana minim bagaimana cara yg baik mengkomunikasikannya kpd anak2? Agar tdk tumbuh rasa minder dan rendah diri.
6⃣Keluarga adalah sbuah a home team,,,utk tujuan keuangan dan pengelolaan keuangan bs didiskusikan dlm "family strategic planning" . Utk anak usia 10 taun ke atas bs mulai diajak diskusi,,,ttg pos pengeluaran keluarga,,,pemasukan kluarga...
komunikasikan dgn anak ttg apresiasi bhwa  utk dpt uang ayah dan atau bunda hrs bekerja,,,dan konsep makna syukur thd harta yg dititipkan Allah. Bs jg ajak anak utk liat skeliling ttg kondisi org2 yg lbh kekurangan.
Cara anak berinteraksi dgn uang akan membentuk karakternya ke depan.  ada kisah menarik dari penelepon (saat sy siaran di MQ) ttg anaknya yg slalu hemat dan mmbawa bekal dari rmh (masakan mamanya),awalnya anak tsb diejek oleh tmen2nya,,,krn slalu bw bekel...dibilang "anak mama",dll...tp anak itu punya karakter yg kuat,,ttep teguh bw bekel dan tdk trbawa arus.trnyata lama2,,malah tmen2nya yg trtarik dan suka minta bekel anak itu,,,dan akhirnya tmen2 nya malah bawa bkel jg ke skolah 😄✅
7 Teh Isti,
Waktu saya SD dulu,sy belum kenal jajan. Ibu selalu membawakan bekal dr rumah,sehingga uang saku yg sy gunakan hny untuk beli mainan/telfon ke wartel kl blm dijemput. Uang tabungan diberikan di luar uang saku. Pertanyaan saya,apakah hal tsb masih relevan diterapkan di jaman skrg? Karena dulu kl liat temen beli jajan di sekolah tu,suka pengen gt. Jadi sbg gantinya,sama ibu di rumah jd praktek gt, ibu berperan sbg bu kantin. -Mesa-7⃣Wah,,,Ibunya teh mesa berarti financial plannya udah OK,,,yg konsep ibu berperan sbg ibu kantin, sama dgn yg dl pernah Bu Septi ajarkan,,,kynya bermain warung2an di rmh,jd anak ttep bs belajar konsep jual beli. Hal trsbut bs msh relevan,teh,,,slama anak nyaman dgn konsep itu mangga diteruskan.
Utk blajar jual bli, anak jg bs diedukasi utk bant bunda blanja di warung. Kalau fara sneng bgt kalau disuruh blanja ke warung beli telor, pul nya,,,telornya dihitung,,,dan dimasukkan kulkas,dan uang kembalian dikasi ke bunda (utk melatih jujur).✅

Alhamdulillah,,,,terima kasih bunda2 hebat,,,qta sudah blajar brg disini...mudah2an bermanfaat,,ya,,,
Dan qta bs sama2 istiqomah utk bs jd contoh utk anak2 qta dlm mengelola keuangan,,,shg bs trwujud keluarga cerdas finansial.
Terimakasih.

Kamis, 16 April 2015

Manajemen Kamar; Mendidik Anak untuk Teratur

Sambungannya dari postingan sebelumnya. Dikutip dari group whatsapp IIP Chapter Bandung
☕ Psycho Coffee Morning ☕

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Rabu, 15 April 2015

Maintainance Tools (Part 2)

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Vino masih tidur, ketika maminya masuk ke kamar kostnya, Vino tak bangun sama sekali..

"Aduuh...ini pintu nggak dikunci, kamar berantakan, ini buku2 pada berserakan di lantai..mangkuk mie..bungkus makanan...aduuuh..ini pasti abis begadang" gumam si mami.

Akhirnya mami beresin kamar Vino, mami sampe tutup hidung, ada sisa maknan bau, handuk basah tidak dijemur, baju kotor numpuk di gantungan belakang pintu. Bahkan di kamar mandi, pasta gigi berceceran krn tdk ditutup, sampo tumpah, lantai licin krn tdk dibersihkan..2 jam lebih mami bersih2, dan akhirnya Vino terbangun...

"Woooaaahh...lho, mami...kapan dateng? Woooww, kamarku bersih sekali, mami abis bersih2 ya?"

"Kamu itu..sudah kost..harusnya latihan hidup mandiri, lebih rapi..sama aja, gak berubah..sampe kapan kamu begini? Kalo gak ada mami, mau berantakan terus..nanti kalau kamu sudah menikah, rumahmu akan berantakan begini juga?" Kata mami nyerocos.

"Ya nggak lah mi...ntar kalo aku nikah, kan ada istriku yg beres2 rumah" sahut Vino asal njawab aja...

Vino..oh vino...malang nian istrimu kelak...

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Teman, kenapa malang nasib istrinya kelak? Karena dia harus mengambil peran dominan dlm mengurus rumah, akan sulit melakukan pembagian tugas rumah tangga dg Vino..karena sejak kecil, Vino telah terbiasa dibantu maminya mengatur tetek bengek kamarnya. Kemandirian fisiknya tdk tuntas krn 'terlalu banyak dibantu', sehingga cenderung tdk bisa dlm mengatur kamrnya sendiri, tidak rapi, tdk ada yg pada tempatnya, bahkan tdk peduli dg kekotoran yg mengganggu.

Teman, inilah satu lagi hal kecil yg perlu secara serius kita latih pd anak2, agar tdk jadi kebiasaan buruk yg terbawa hingga besar, yaitu pembiasaan mengelola barang di kamar. Kita sebut saja latihan pembiasaan Manajemen Kamar.

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Manajemen Kamar artinya mengelola segala sesuatu yg ada di dalam kamar. Berikut inilah beberapa aspek kamar yg perlu dikelola,
🚪Membiasakan anak utk meletakkan setiap benda di tempatnya. Buku di rak buku, segala alat tulis di meja belajar, baju bersih di lemari, baju kotor di tempatnya, gunting, hanger, tissue, sabun sampo di tempatnya, pasta gigi sikat gigi di tempatnya, dll.
🚪Membiasakan anak utk merawat kebersihan & kerapian kamar, menyingkirkan sampah & membuang di tempatnya, membuka jendela setiap pagi, menutupnya ketika malam, menata selimut, bantal, guling & sprei ketika vino di pagi hari & merapikan barang2 di kamar setiap kali akan meninggalkan kamar.
🚪Membiasakan anak untuk memiliki pembagian waktu ketika di kamar, kapan bangun, berapa lama mandi, berdandan, beres2, kapan belajar, kapan tidur, berapa lama nonton tv, sampai jam brp boleh akses hp, internet, & gadget2. Dan diskusi dg anak, tentang bagaimana ortu perlu mengingatkan anak jika tdk tepat jadwal.
🚪Membiasakan anak utk siap menerima siapa saja di kamarnya walaupun dia tetep boleh punya privasi. Jika ortu ingin mengobrol, bisa masuk. Jika ada adik/kakak minta tolong maka siap membantu, jika ada tamu siap berbagitempat tidur dengannya.

🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰🚪⏰

Teman..membiasakan anak mengelola kamar dg baik adalah sebuah simulasi baginya agar kelak bisa "mengelola rumah", tdk peduli laki2 atau perempuan..akan berumah tangga kan..latihan mengelola rumag dg mengelola kamarnya sendiri, dan bayangkan jika aspek2 kamar di atas bisa dilatihkan pada anak, akan sangat dahsyat dlm membentuk karakternya..
⏰ Anak akan belajar meletakkan segala sesuatu di tempatnya, bukan hanya utk barang2 tapi utk segala urusan..artinya dia akan mudah mencari barangnya, juga mudah menata pikiran dlm memandang urusan yg ditangani..gak mudah bingung.
⏰ Anak akan belajar utk menjaga & merawat, bukan hanya barang2 tapi juga menjaga orang2 yg kelak jadi tanggung jawabnya.
⏰ Anak akan belajar utk punya jadwal, untuk membagi waktunya, utk melaksakan jadwalnya, utk punya komitmen dg rencana yg dibuat sendiri.
⏰ Anak akan belajar menerima orang lain, bahkan bisa melayani kebutuhan org lain, bisa jadi org yg memuliakan tamu jika nanti sudah punya rumah sendiri.

Weeew, Agak lebay? Tidak teman...sungguh bahwa perubahan sikap, pembangunan karakter anak harus dimulai dari hal2 yg kecil ini..sukses utk yg kecil, mudah utk mencapai yg besar.

Manajemen Tas; Mendidik Anak untuk Teratur

Disalin dari group Whatsapp IIP (Institut Ibu Profesional) Chapter Bandung🌹
☕ Psycho Coffee Morning ☕

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Selasa, 14 April 2015

Maintainance Tools (Part 1)

💼👜💼👜💼👜💼👜💼👜

Dodit sudah duduk di atas motor, di depan rumah siap berangkat! Dinda istrinya masih mbulet di dalam rumah, "Dinda...cepetan..aku nanti telat" kata Dodit. "Iya sebentar" jawab Dinda sambil teriak.
"Sorry...nyari dompet nggak ketemu2 tadi...untung akhirnya baru ingat, di atas kulkas" jawab Dinda ketika akhirnya keluar rumah.

Sampai dikantor, Dinda sudah telat 5 menit, alamat dimarahi pak bos..Beneran baru naruh tas, interkom sudah bunyi..tut tut..Dinda, ke ruangan saya ya..tiiit. Telpon langsung ditutup.

Dinda masuk ruangan pak bos, langsung dikasih instruksi, "Proposal yg sudah kamu buat kemarin...revisi ya, terutama di bagian penawaran harga, naikkan 5% ya. saya tunggu revisiannya pagi ini juga. Lalu kamu ikut saya, sudah siap presentasi ke klien kan?" Sip...gak nanya telat, batin dinda..

Sampai di meja kerjanya...dinda baru ingat..alamaakk, proposalnya kan aku bawa pulang utk kupelajari spya siap presentasi..dan KETINGGALAN. Oke...tenang Dinda..kan ada file nya..kita buka, sekalian revisi..lalu di print..Dinda mulai booting komputer sambil ngatur napas..pas buka folder..gak ketemu filenya...aduuuh, dari kemarin mau kurapikan dlm folder2 gak sempet..akhirnya ratusan file ini kayak hutan belantara..judul filenya lupa lagi..jadi nggak bisa di search..ini doc1 doc2 kok byak sekali...aduuuhh pusing.

💼👜💼👜💼👜💼👜💼👜

Kenapa Dinda pusing? Karena sewaktu kecil...kemandirian fisiknya belum terlatih dg baik..utamanya pd aspek maintainance tools...Waktu kecil, Dinda kurang diberi pembiasaan mengelola benda2 sehingga ketika besar menjadi org yg tdk rapi dlm mengelola barang, sering lupa/kehilangan, juga menjadi seorang pekerja yg tidak terstruktur..sehingga pengelolaan aktivitasnya juga kacau..

Teman, inilah satu hal kecil yg perlu secara serius kita latih pd anak2, pembiasaan mengelola barang. Kita mulai dari yg sederhana..Pembiasaan Manajeman Tas.

💼👜💼👜💼👜💼👜💼👜

Manajemen Tas artinya mengelola tas..ada bbrp tahapan latihan manajemen tas pada anak,
1⃣Kita perlu sosialisasi pd anak tentang pentingnya merapikan tas, ya kalau anak..kaitkan saja dg sekolah, biar tdk ada buku ketinggalan, bisa belajar dg baik di sekolah, dst dst
2⃣Kita bisa mulai dg contoh, ortu mengambil tas nya sendiri & mulai mensimulasikan prosedur menyiapkan tas di malam hari seblum tidur.
~buka tas, keluarkan semua isinya, buang yg termasuk sampah
~masukkan benda2 wajib setiap hari, alat tulis, tisue, dompet, & teman2nya
~liat jadwal besok, masukkan semua benda utk kebutuhan besok.
3⃣Kita melakukan proses menyiapkan tas, pd malam hari bersama anak, urutan aktivitas yg rapi akan memudahkan anak utk melakukan..agak mirip dg tas ortu tadi,
~Keluarkan semua isi tas, buang sampah.
~Siapkan keperluan wajib, alat tulis trutama..jika perlu pensil2 dirauti
~Berikan label utk semua benda yg dimiliki, nama..agar tidak tertukar dg teman atau jika hilang lebih mudah kembali
~Periksa jadwal besok dan masukkan semua keperluan utk besok

💼👜💼👜💼👜💼👜💼👜

Teman..ini pekerjaan sangaaaat sepele..tapi sungguh berdampak pada karakter jika kita kerjakan rutin..

Sebuah sekolah telah membuat program semacam ini, parenting berbasis pembiasaan aktivitas sehari2 & terasa betul manfaatnya.

Latihan manajemen tas mungkin hal biasa..tapi jika ini RUTIN dilakukan akan menyumbangkan bbrp manfaat
✅Anak terbiasa 'merencanakan' sblm aktivitas, sehingga akan jadi pribadi yg rapi, terstruktur, dan siap menghadapi esok hari krn sdh punya 'persiapan', nggak akan jadi anak yg 'gupuhan' atau panik'an, atau anak2 yg ketinggalan barangnya.
✅Anak belajar memilah 'barang yg tdk perlu' shg dilabeli sampah lalu dibuang & 'barang yg masih perlu', bayangkan jika ini diabstrakkan..anak belajar mana masalah yg perlu dilupakan & mana yg masih harus diurus utk diselesaiakn..keren kan..
✅Anak belajar melakukan klasifikasi benda2, benda penting & tdk, mana yg disimpan & mana utk besok. Sekali lagi bayangkan jika diabstrakkan, anak ini akan tahu mana urusan yg ditunda mana yg harus diselesaikan besok.

Mau melatih anak utk manajemn tas? Dahsyat lhoo efeknya...😄

Jumat, 10 April 2015

Kulwap IIP - Takakura

(Diperoleh dr grup HE BPA-Depok)
-------------------------
DISKUSI HARIAN IBU PROFESIONAL BOGOR #2

Nara Sumber : Mba Tsalits
Admin dan host :  Heryuni
Co host : Wahyu
Waktu : Rabu, 8 April 2015 pukul 14.00-15.00 WIB

"KERANJANG TAKAKURA SEBAGAI SOLUSI LINGKUNGAN HIJAU"
Apakah takakura itu? sebuah metode pembuatan kompos yang ditujukan untuk mendaurulang sampah dapur.

Metode kompos takakura pertamakali diperkenalkan di Surabaya pada tahun 2004 oleh seorang Jepang bernama Mr. Takakura. Waktu itu, beliau mencoba mencari solusi terhadap penumpukan sampah organik di kota itu. Sehingga muncul ide untuk mendaur ulang sebagian sampah rumah tangga sejak di dapur. Maka, dirancanglah sebuah metode pembuatan kompos yang bisa dilakukan di dapur. Syaratnya harus higienis tidak berbau dan tidak jorok, mengingat dapur merupakan tempat mengolah makanan.
Proses pembuatan kompos takakura sangatlah mudah, hanya saja kita harus menyiapkan starter mikroorganisme dan pembuatan bibit kompos terlebih dahulu. Langkah persiapan ini cukup dilakukan sekali saja. Selanjutnya tinggal melakukan pengomposan secara terus menerus. Apabila Anda tidak sempat membuat starter dan bibit kompos, saat ini sudah banyak yang menjual paket kompos takakura siap pakai.

Maka pada kesempatan ini saya akan berbagi sedikit ilmu ttg pembuatan keranjang takakura. Pertama menyiapkan mikroorganisme sbg starter kompos takakura. Metode ini saya pilih karena sangat mudah. Berdasarkan metode yg diajarkan mbk Kristin yg ahli dlm bidang takakura.

Kedua menyiapkan keranjang takakura sbg tempat pengomposan sampah dapur agar menjadi pupuk kompos.

Bahan Starter
1. Sekam 1 kg
2. Dedak 1kg
3. Srintil 1,5kg
4. Gula jawa 0,5 kg dicairkan dg sekitar 400 ml
5. Ragi Tempe 2 SDM
Setelah bahan 1-4 tercampur rata baru diaduk dg gula jawa, setelah itu baru ragi Tempe.
Setelah semuanya tercampur masukkan dalam ember plastik yg diatasnya ditutup dg plastik yg dilubangi, diamkan selama seminggu. Ciri ciri kalo starter berhasil apabila tercium bau harum seperti tape dan muncul jamur putih seperti di tempe
Menyiapkan keranjang takakura
1. Keranjang
2. Kardus aqua
3. Bantalan sekam
Diatur sedemikian rupa

Setelah keranjang siap maka starter dimasukkan kedalam keranjang takakura, keranjang pengolah sampah dapur siap membantu kita setiap hari memgurangi sampah yg terbuang percuma menjadi kompos yg berguna. 😊😉
Bisa dilihat di Cara membuat kompos takakura | ALAMTANI - http://alamtani.com/pupuk-kompos-takakura.html
Prolog :
alhamdulillah pada siang ini saya diijinkan untuk berbagi sedikit pengalaman saya te ntang mengolah sampah dapur dg metode takakura.
Sbg seorang ibu yg kerjaannya tdk jauh dari dapur maka permasalahan yg sering timbul adalah setelah selesai masak, mau diapakan sisa batang sayur, kulit, atau sisa nasi. Mungkin dr sebagian kita berpikir kenapa susah susah, buang aja, toh sudah ada bapak kebersihan yg memgangkutnya. Tp pernahkan kita berpikir lebih jauh, sampah yg kita buang ternyata juga dibuang ke TPA begitu sj, menumpuk, tanpa penyelesaian dan jalan keluar. Akhirnya menimbulkan berbagai penyakit, bau, dan polusi. Bersediakah jika ternyata tempat tinggal kita letaknya didekat TPA? Maka kita akan dg cepat memjawab, TIDAK!!!
Lalu apa yg bisa kita lakukan untuk sedikit menjadi salah satu solusi ?
Seperti yg sudah disampaikan mbk ella minggu lalu ttg 5R, insyaallah ini salah satu R, yaitu mendaur ulang sampah mjd kompos yg lebih mpy nilai dan bermanfaat.
Syarat nya adalah niat dan kesadaran dari diri kita sendiri untuk menyediakan lingkungan dan masa depan yg lebih baik bagi anak cucu kita sebelum terlanjur parah kerusakannya. Kalo bukan dari kita siapa lagi, mau menunggu pemerintah yg menyediakan sepertinya tidak  bisa diharapkan kalo tidak kita yg memulainya. Dimulai dari kulwap ini insyaallah mininal akan berkurang sampah yg terbuang percuma. Bukan begitu ibu ibu? Kalo tidak segera dipraktekkan akan hilang lenyap lhoooo 😊👍
Lalu kalo tidak sekarang mau kapan lagi? Nunggu orang lain maka tidak akan pernah terlaksana. Bergerak dari kita sendiri, yuks bareng bareng insyaallah akan tercapai.. (Bukan slogan kampanye lho).