Jumat, 10 April 2015

Kulwap IIP - Takakura

(Diperoleh dr grup HE BPA-Depok)
-------------------------
DISKUSI HARIAN IBU PROFESIONAL BOGOR #2

Nara Sumber : Mba Tsalits
Admin dan host :  Heryuni
Co host : Wahyu
Waktu : Rabu, 8 April 2015 pukul 14.00-15.00 WIB

"KERANJANG TAKAKURA SEBAGAI SOLUSI LINGKUNGAN HIJAU"
Apakah takakura itu? sebuah metode pembuatan kompos yang ditujukan untuk mendaurulang sampah dapur.

Metode kompos takakura pertamakali diperkenalkan di Surabaya pada tahun 2004 oleh seorang Jepang bernama Mr. Takakura. Waktu itu, beliau mencoba mencari solusi terhadap penumpukan sampah organik di kota itu. Sehingga muncul ide untuk mendaur ulang sebagian sampah rumah tangga sejak di dapur. Maka, dirancanglah sebuah metode pembuatan kompos yang bisa dilakukan di dapur. Syaratnya harus higienis tidak berbau dan tidak jorok, mengingat dapur merupakan tempat mengolah makanan.
Proses pembuatan kompos takakura sangatlah mudah, hanya saja kita harus menyiapkan starter mikroorganisme dan pembuatan bibit kompos terlebih dahulu. Langkah persiapan ini cukup dilakukan sekali saja. Selanjutnya tinggal melakukan pengomposan secara terus menerus. Apabila Anda tidak sempat membuat starter dan bibit kompos, saat ini sudah banyak yang menjual paket kompos takakura siap pakai.

Maka pada kesempatan ini saya akan berbagi sedikit ilmu ttg pembuatan keranjang takakura. Pertama menyiapkan mikroorganisme sbg starter kompos takakura. Metode ini saya pilih karena sangat mudah. Berdasarkan metode yg diajarkan mbk Kristin yg ahli dlm bidang takakura.

Kedua menyiapkan keranjang takakura sbg tempat pengomposan sampah dapur agar menjadi pupuk kompos.

Bahan Starter
1. Sekam 1 kg
2. Dedak 1kg
3. Srintil 1,5kg
4. Gula jawa 0,5 kg dicairkan dg sekitar 400 ml
5. Ragi Tempe 2 SDM
Setelah bahan 1-4 tercampur rata baru diaduk dg gula jawa, setelah itu baru ragi Tempe.
Setelah semuanya tercampur masukkan dalam ember plastik yg diatasnya ditutup dg plastik yg dilubangi, diamkan selama seminggu. Ciri ciri kalo starter berhasil apabila tercium bau harum seperti tape dan muncul jamur putih seperti di tempe
Menyiapkan keranjang takakura
1. Keranjang
2. Kardus aqua
3. Bantalan sekam
Diatur sedemikian rupa

Setelah keranjang siap maka starter dimasukkan kedalam keranjang takakura, keranjang pengolah sampah dapur siap membantu kita setiap hari memgurangi sampah yg terbuang percuma menjadi kompos yg berguna. 😊😉
Bisa dilihat di Cara membuat kompos takakura | ALAMTANI - http://alamtani.com/pupuk-kompos-takakura.html
Prolog :
alhamdulillah pada siang ini saya diijinkan untuk berbagi sedikit pengalaman saya te ntang mengolah sampah dapur dg metode takakura.
Sbg seorang ibu yg kerjaannya tdk jauh dari dapur maka permasalahan yg sering timbul adalah setelah selesai masak, mau diapakan sisa batang sayur, kulit, atau sisa nasi. Mungkin dr sebagian kita berpikir kenapa susah susah, buang aja, toh sudah ada bapak kebersihan yg memgangkutnya. Tp pernahkan kita berpikir lebih jauh, sampah yg kita buang ternyata juga dibuang ke TPA begitu sj, menumpuk, tanpa penyelesaian dan jalan keluar. Akhirnya menimbulkan berbagai penyakit, bau, dan polusi. Bersediakah jika ternyata tempat tinggal kita letaknya didekat TPA? Maka kita akan dg cepat memjawab, TIDAK!!!
Lalu apa yg bisa kita lakukan untuk sedikit menjadi salah satu solusi ?
Seperti yg sudah disampaikan mbk ella minggu lalu ttg 5R, insyaallah ini salah satu R, yaitu mendaur ulang sampah mjd kompos yg lebih mpy nilai dan bermanfaat.
Syarat nya adalah niat dan kesadaran dari diri kita sendiri untuk menyediakan lingkungan dan masa depan yg lebih baik bagi anak cucu kita sebelum terlanjur parah kerusakannya. Kalo bukan dari kita siapa lagi, mau menunggu pemerintah yg menyediakan sepertinya tidak  bisa diharapkan kalo tidak kita yg memulainya. Dimulai dari kulwap ini insyaallah mininal akan berkurang sampah yg terbuang percuma. Bukan begitu ibu ibu? Kalo tidak segera dipraktekkan akan hilang lenyap lhoooo 😊👍
Lalu kalo tidak sekarang mau kapan lagi? Nunggu orang lain maka tidak akan pernah terlaksana. Bergerak dari kita sendiri, yuks bareng bareng insyaallah akan tercapai.. (Bukan slogan kampanye lho).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar