19 Tahun. Umur
terakhirku di angka belasan dan mengindikasikan bahwa aku akan beranjak ke umur
20. Ya, kepala dua. Bagiku ini merupakan hal yang sangat mendebarkan sekaligus
membuatku mereview ulang. Hal apa saja yang telah aku usahakan di 20 tahun
terakhir? Apa aku sudah cukup membahagiakan orangtua dan keluargaku? Apakah aku
sudah cukup jadi kakak yang hebat untuk adikku? Apakah aku sudah cukup menjadi
teman terbaik untuk sahabat2 ku? Apakah aku sudah cukup menjadi pembelajar
sejati seperti yang diamanahkan Allah kepada makhluknya? Apakah aku sudah cukup
menjadi calon istri serta ibu yang baik bagi calon suami dan anakku kelak?
Apakah aku sudah cukup menjadi 'manusia' untuk manusia? Apakah lisanku cukup
untuk membuat orang yang mendengarnya bahagia ? Apakah?
Banyak sekali
pertanyaan yang saat ini memutari hati, otak dan fikiranku.
Umur 20 tahun
menurutku umur yang matang. Pada umur tersebut aku melihat adanya kemandirian
dan kedewasaan. Ah… Rabb, cukupkan aku untuk menjadi mandiri dan dewasa..
Entahlah saat ini
rasanya aku ingin menangis, berteriak, sekaligus melompat girang. Lebih
tepatnya aku tidak bisa mendefinisikan apa yang aku rasakan saat ini.
Ya Allah dzat yang
Maha Mengetahui apa-apa yang tersembunyi maupun disembunyikan. Engkau tau
segala yang aku fikirkan meski itu hanya selintas. Engkau tau apa yang
kurasakan meski itu hanya sebersit. Bahkan ketika aku sendiri tidak mengetahui
apa yang aku fikirkan dan rasakan.
Rabbii, umur hamba
semakin bertambah dan jatah hidup hamba di Bumi-Mu ini semakin berkurang. Rabb
hamba takut pertambahan umur ini berbanding lurus dengan bertambahnya dosa-dosa
hamba.. Hamba takut dan hamba butuh Engkau :')
Wahai dzat yang
membolak-balikkan hati. Tetapkan dan teguhkan hamba untuk istiqomah mencari
ridho-Mu dengan segala potensi yang hamba punya. Hamba ingin keberadaan hamba
mempunyai nilai manfaat untuk orang-orang serta lingkungan hamba. Tetapkan
hamba untuk istiqomah memahami surat cinta-Mu. Cukupkan hamba untuk mengukir
senyum pada orang-orang yang hamba sayang dan menyayangi hamba. Cukupkan hamba
untuk berbagi, cukupkan hamba untuk mengunjungi Rumah-Mu di belahan negara
sana.
Ah.. Maafkan aku Ya
Rabb dzat yang maha Pemaaf, aku terlalu lancang untuk meminta. Dan Rabb berikan
aku kekuatan untuk selalu bersyukur dan bersabar…
Alhamdulillah
terimakasih ya Rabb engkau memberiku kesempatan dan kehidupan di 20 tahun
terakhir ini (serta masa sebelumnya). Dan aku sangat bahagia terlahir dengan
islam serta dibesarkan oleh Ayah, Ibu dan keluarga Muslim. Alhamdulillah atas
kepercayaan ini. Atas nikmat iman dan islam ini. Dan atas segala-galanya yang
tak terungkapkan..
Lia Amalia, 19
Tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar