Selasa, 17 Juni 2014

Last day in 19 Years Old

19 Tahun. Umur terakhirku di angka belasan dan mengindikasikan bahwa aku akan beranjak ke umur 20. Ya, kepala dua. Bagiku ini merupakan hal yang sangat mendebarkan sekaligus membuatku mereview ulang. Hal apa saja yang telah aku usahakan di 20 tahun terakhir? Apa aku sudah cukup membahagiakan orangtua dan keluargaku? Apakah aku sudah cukup jadi kakak yang hebat untuk adikku? Apakah aku sudah cukup menjadi teman terbaik untuk sahabat2 ku? Apakah aku sudah cukup menjadi pembelajar sejati seperti yang diamanahkan Allah kepada makhluknya? Apakah aku sudah cukup menjadi calon istri serta ibu yang baik bagi calon suami dan anakku kelak? Apakah aku sudah cukup menjadi 'manusia' untuk manusia? Apakah lisanku cukup untuk membuat orang yang mendengarnya bahagia ? Apakah?
Banyak sekali pertanyaan yang saat ini memutari hati, otak dan fikiranku.

Umur 20 tahun menurutku umur yang matang. Pada umur tersebut aku melihat adanya kemandirian dan kedewasaan. Ah… Rabb, cukupkan aku untuk menjadi mandiri dan dewasa..

Entahlah saat ini rasanya aku ingin menangis, berteriak, sekaligus melompat girang. Lebih tepatnya aku tidak bisa mendefinisikan apa yang aku rasakan saat ini.

Ya Allah dzat yang Maha Mengetahui apa-apa yang tersembunyi maupun disembunyikan. Engkau tau segala yang aku fikirkan meski itu hanya selintas. Engkau tau apa yang kurasakan meski itu hanya sebersit. Bahkan ketika aku sendiri tidak mengetahui apa yang aku fikirkan dan rasakan.
Rabbii, umur hamba semakin bertambah dan jatah hidup hamba di Bumi-Mu ini semakin berkurang. Rabb hamba takut pertambahan umur ini berbanding lurus dengan bertambahnya dosa-dosa hamba.. Hamba takut dan hamba butuh Engkau :')
Wahai dzat yang membolak-balikkan hati. Tetapkan dan teguhkan hamba untuk istiqomah mencari ridho-Mu dengan segala potensi yang hamba punya. Hamba ingin keberadaan hamba mempunyai nilai manfaat untuk orang-orang serta lingkungan hamba. Tetapkan hamba untuk istiqomah memahami surat cinta-Mu. Cukupkan hamba untuk mengukir senyum pada orang-orang yang hamba sayang dan menyayangi hamba. Cukupkan hamba untuk berbagi, cukupkan hamba untuk mengunjungi Rumah-Mu di belahan negara sana.
Ah.. Maafkan aku Ya Rabb dzat yang maha Pemaaf, aku terlalu lancang untuk meminta. Dan Rabb berikan aku kekuatan untuk selalu bersyukur dan bersabar…
Alhamdulillah terimakasih ya Rabb engkau memberiku kesempatan dan kehidupan di 20 tahun terakhir ini (serta masa sebelumnya). Dan aku sangat bahagia terlahir dengan islam serta dibesarkan oleh Ayah, Ibu dan keluarga Muslim. Alhamdulillah atas kepercayaan ini. Atas nikmat iman dan islam ini. Dan atas segala-galanya yang tak terungkapkan..



Lia Amalia, 19 Tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar