This month is an extraordinary month. Aku dapet pelajaran pisan minggu ini. Kalo detail kejadiannya mah gausah aku ceritain yah hehe ini resume pelajarannyaaaa. Semoga bermanfaat yah :)
- Tiap orang diciptakan Allah itu ada tujuannya. Ada yang sebagai obat, pengingat, eksekutor, planner, ada yang sikapnya keras, halus, cengeng, ada yang profesinya dokter, guru dan semuanya. Tugas kita adalah mencari tau untuk apa kita diciptakan. Dan jadikan itu semuanya itu sebagai ladang ibadah sama Allah. Contohnya: Aku termasuk orang yang 'mudah nangis'. Lagi dimarahin pasti nangis, dan lagi marahin orang juga nangis. Awalnya benci sama diri sendiri. Geuleuh gaketulungan, masa udah segede ini masih nangis? Malu sama kucing, meong-meong meong nyeheheh. Tapi sekarang kerasa banget, ketika ngerasa di dzolimin, aku bisa jadi dua, yang pertama marah-marah and fight back ke orang yang dzolimin dimana aku tau tingkat kepedesan mulut aku kalo lagi sebel dan ujung-ujungnya nangis juga karna tiap ngeluarin kata-kata yang agak pedes, itu juga bakal nyakitin ke diri sendiri, bakalan mental balik kesendiri, bakalan jadi boomerang, dan jadi sebel ke diri sendiri. Dan yang kedua, nangis. Itu bentuk emosi seringnya otomatis terpilih saat di dzolimin sama orang. Dimana ini bisa motong proses marah-marah ke orang. Kan ujung-ujungnya sama, nangis. Tapi Alhamdulillah setelah direnungi sekian lama, aku tau bahwa Allah nyiptain aku cengeng buat nahan mulut aku biar tidak mendzolimi orang lain juga. Biar gak nyakitin saudara sesama muslim juga. Biar ga ngasih kesempatan buat setan menang. Alhamdulillah sekarang jadi mikir, cengeng itu bukan tandanya saya lemah, itu hanya pilihan terbaik agar terjaga dari sifat dzolim. Dimana air mata menang dari amarah. Nah semoga aku dan temen-temen semua akan terus diberikan amanah sama Allah buat bisa merenungi dosa dan mencari celah untuk ladang kebaikan. Semoga kita dijauhkan dari sifat mendekat ketika sekarat dan menjauh ketika tak butuh, terutama terhadap Allah.
- Kita gak pernah tau segimana orang lain buat tetep survive dan struggle. Kita gak tau dia pernah ngalamin apa aja dalam hidupnya, kita gak tau detail latar belakang serta sifat-sifatnya apalagi yang tersembunyi di hati nya. Jadi rasa nya tidak adil jika kita dengan mudah mengatakan bahwa orang itu bermental tempe, produk gagal dan kata-kata jahat sejenis untuk mengucilkan hati orang lain. Jika kita tidak tau persis bagaimana seseorang menjalani hidup, kita tidak pantas mengucilkan dia ketika usahanya belum berhasil. Bahkan produk gagal pun ada gunanya, kan? Buat ngasih tau ke kita kalau cara, maupun bahan yang kita lakukan dalam membuat produk tersebut belum tepat. Semoga kita semakin bijak dalam berucap. Aamiin
- Untuk meloncat setinggi mungkin kita perlu ancang-ancang dengan merendahkan badan , menolak tanah, dan meloncat. Begitupula dengan berenang. Untuk meluncur jauh di kolam renang datar, kita perlu posisi jongkok ke tembok samping kolam dan mendorong diri dari tembok tersebut an meluncur.
Mengutip dari Display Picture seorang teman, "Mengapa lelah? Sementara Tuhan selalu menyemangati sengan Hayya'alal Falah, bahwa jarak kemenangan hanya berkisar antara kening dan sajadah. Dan bila kamu merasa lela itu berarti sedanga ada yang kamu perjuangkan. Terus perjuangkan. Allah suka dengan orang-orang yang gigih berikhtiar. Dan jarak kemenangan itu dekat, Insya Allah. Aamin ya Rabbal 'alamin"
Terimakasih telah memilihku untuk mengalami semua ini dan memahaminya. Semoga aku selalu dalam Rahmat-Mu. Aamiin
Regards,
Lia, makhluk yang aibnya masih ditutupi oleh Allah.
Dan disini aku ngerasa sotoy. Yang jelek-jeleknya jangan diikuti yah wahai pembaca :))
BalasHapus